Hampir setengah jam ku menunggu di stasiun kereta, namun kereta tujuanku tak kunjung datang, pihak stasiun mengatakan bahwa kereta masih mengalami gangguan di stasiun Cilebut. ah namun mungkin itu hanya alasan mereka saja jika melihat betapa bobroknya sistem transportasi kita saat ini.
Handphone ku terus bergetar, sengaja tak ku bunyikan suaranya, takut menyita perhatian orang-orang sekitar bila handphoneku terus berbunyi.
"Ris, Dimana ? kita udah di stasiun tebet nih"
"Ping"
"Ping"
"Ping"
"Duluan aja, gw rada telat, kereta ada gangguan"
Beberapa menit kemudian keretapun datang
Sungguh, sudah lama sekali rasanya aku tidak naik transportasi ini, semua sistemnya telah berbeda, terakhir kali ku ingat aku naik kereta pada saat, aku masih bersamanya, seorang wanita yang tak ingin ku ingat lagi keberadaannya. seorang wanita yang pernah sempat mengisi hati ini, namun tak terlalu lama, ia telah mengisi hatinya pula dengan keberadaan orang lain.
"Ah, Sudah lah, tak perlu ku ingat lagi semua itu, toh itu sudah 3 tahun lamanya, untuk apa mengingat-ingat hal itu kembali, inilah mengapa aku tidak suka menggunakan kendaraan transportasi ini, di dalam kereta aku hanya bisa diam, sambil melihat sekeliling, melihat penumpang-penumpang, dan melihat ke arah luar, sambil terus mempermainkan pemikiran ku, tentang apa yang akan terjadi nanti, apa yang telah kulakukan selama ini, apa yang sedang mereka lakukan, tentang semua masalah yang terjadi padaku, pada teman-temanku, "
Menyebalkan rasanya, ketika aku harus berfikir , masalah yang ku alami tak pernah ku ceritakan ke teman-teman atau keluarga dekat, bila aku ceritakan itu pun hanya beberapa bagian saja , tak pernah aku ceritakan sampai usai. bukan aku tidak percaya dengan mereka , tapi Allah lah satu-satunya tempat ku bercerita tentang segala sesuatu , meskipun begitu terkadang Otak terus berfikir , ketika tak ada saran dari orang lain yang di dapat, kau di haruskan menyelesaikan masalahmu sendiri, berat bukan ? tapi itulah yang kulakukan semenjak aku mengakhiri hubunganku dengannya 3 tahun yang lalu.
Aku lebih senang, menyelesaikan suatu masalah sendiri.
"Pemberhentian selanjutnya Stasiun Tebet"
"Hei , tidak terasa sudah sampai lagi , menghanyutkan diri dalam memikirkan sesuatu itu memang benar-benar membuat waktu tak terasa.
"Hmmm, coba ku lihat Bbm ku "
"Ya Allah udah banyak begini Chat dari Pian"
"Ris , gua tunggu di tempat karaoke D yah"
D ? , yah sudah lah aku kesana saja.
tak terlalu lama aku berjalan dari stasiun Tebet, akhirnya tiba juga di tempat karaoke D
"Loh, kok pada enggak ada, katanya tadi d suruh ke D "
"Pian, lu dimana gua udah di D nih"
"Ping"
"Ping"
"Bentar Ris , lagi makan dulu di sebrang , bookingin dulu yah"
"Mbak, ruangannya masih kosong ? yang mediummnya yah mbak"
"Baik mas, atas nama siapa ? mau masuk sekarang atau gimana ?
"Aris Mbak, nanti aja deh jam setengah 4an"
"Oh baik mas"
Sambil menunggu mereka datang, kebetulan adzan ashar berkumandang, setelah ku tanya letak mushola di sebelah mana, akhirnya aku langsung menuju tempat solat yang ada di lantai 3.
Betapa menyedihkan ketika melihat tempat solatnya, ketika mereka memiliki gedung yang luas, ruangan karaokean yang Luas namun hanya menyediakan tempat ibadah yang kecil. namun sudah lah, yang penting aku bisa solat.
Beberapa menit kemudian akupun turun kembali ke bawah, dan melihat ada Pian dan temannya yang kebetulan perempuan semua.
"Eh Ris, kemana aja lu udah di booking belum"
"Abis solat dulu di lantai 3 yan, udah gua booking kok tenang aja"
"Eh kenalin dulu nih temen gua "
:"Halo, Gua Aris"
"Indah"
:D
Permainan Pikiran
08.16 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar