ASSALLAMMU'ALAIKUM !
Mari kita memulai membaca dengan mengucap بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ untuk menghindari kemualan,kejijikan,dan segala efek2 buruk yang terjadi akibat membaca ini. Hahaha :3
Isak Tangis mengiringi Puji dan Syukur
karena Allah telah mengabulkan doa serta impiannya selama ini,yaitu
melaksanakan rukun iman yang terakhir, yaitu naik haji. Di dalam keheningan
shalat tahajud tangisannya tak kunjung usai ketika tersadar bahwa kegiatan
untuk menyempurnakan keimanannya telah selesai.
Ketika
Membayangkan bagaimana Perjuangan Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ketika saat itu
yang sangatlah berat.
Namun
Bayangan itupun menghilang berganti dengan bayangan pada masa beberapa tahun
yang lalu, suatu masa dimana ia masih berada pada Masa Zahiliyah modern.
“Zaman
Zahiliyah”
“Tumpahlah
sudah semua Air matanya ketika ia menyebutkan kata itu, ia mengingat masa
ketika ia tidak mengenal Allah, Masa ketika ia hanya berfikir mengenai
kenikmatan semata,Suatu masa dimana Solat bukanlah menjadi suatu kewajiban.dan
Masa dimana ketika ia selalu menjauh
dari Allah.
“Assallammu’alaykum”
Terdengar
suara Salam yang diucapkan oleh seorang wanita, suara yang terdengar sangat
lembut dan hangat yang tedengar dari belakangnya.
“Wa’alaykumsallam”
Aku menjawab salamnya sambil berusaha menahan isakan tangis yang tak kunjung berhenti menetes, setelah tangisanku berhasil kuhentikan langsung saja ku tengokan kepalaku ke sebelah kanan, tangisan yang baru saja terhenti tiba-tiba berubah menjadi sebuah senyuman ketika kulihat sebuah wajah manis yang bersih bersinar yang selalu terpancar bukan karna ia memakai Make Up, namun karna betapa senangnya ia ketika membasuhkan wajahnya dengan basuhan Air Wudhu, itulah yang membuat wajahnya nampak bersinar di tengah gelapnya Malam.
Aku menjawab salamnya sambil berusaha menahan isakan tangis yang tak kunjung berhenti menetes, setelah tangisanku berhasil kuhentikan langsung saja ku tengokan kepalaku ke sebelah kanan, tangisan yang baru saja terhenti tiba-tiba berubah menjadi sebuah senyuman ketika kulihat sebuah wajah manis yang bersih bersinar yang selalu terpancar bukan karna ia memakai Make Up, namun karna betapa senangnya ia ketika membasuhkan wajahnya dengan basuhan Air Wudhu, itulah yang membuat wajahnya nampak bersinar di tengah gelapnya Malam.
“Ayoooo, Mas abis nangis yahhh ?” ia
bertanya dengan nada yang berat, serasa bahwa ia benar-benar tidak menginginkan
suaminya bersedih.
“Hahaha,enggak kok ini cuman kelilipan
doang barusan”
“Bohong ! ayoo jangan bohong nanti
ibadah Hajinya enggak bener looohh heheh”
Ledekan yang mencairkan suasana hati menjadi gembira kembali, ia memang pandai sekali mencairkan suasana, apalagi bila kulihat senyum tulus yang terpancar dari wajahnya membuatku tak bisa menunjukan rasa sedih,atau marah lama-lama, padahal saat itu matanya juga terlihat bengkak seperti bekas menangis,namun ia tidak menampakkan bahwa ia sedang bersedih karena kita akan segera meninggalkan Tanah Suci ini.
Ledekan yang mencairkan suasana hati menjadi gembira kembali, ia memang pandai sekali mencairkan suasana, apalagi bila kulihat senyum tulus yang terpancar dari wajahnya membuatku tak bisa menunjukan rasa sedih,atau marah lama-lama, padahal saat itu matanya juga terlihat bengkak seperti bekas menangis,namun ia tidak menampakkan bahwa ia sedang bersedih karena kita akan segera meninggalkan Tanah Suci ini.
“Ayok, kita siap-siap, hari ini kan kita
sudah harus kembali ke Indonesia”
Suara Ajakan dengan nada yang sangat
berat, bila saja ia tidak menahan rasa sedihnya mungkin akan tumpah lah seluruh
Air matanya, namun dibalik itu semua ia tetap saja tersenyum padaku sebuah
senyuman yang mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja .
Sungguh ialah wanita yang paling
indah di dunia ini , bagaikan seorang bidadari yang Allah turunkan untuk
menyinari dunia yang kelam ini.
Entahlah apa yang membuat Allah
menitipkan seorang bidadari ini, seorang wanita yang anggun, shalehah, dan
berbakti itu kepadaku, lamum ku isyaratkan sih bagaikan ada seorang penjahat
yang tidak bisa dikompromikan lagi kejahatannya, hingga suatu waktu ia masuk
penjara dan di tetapkan ia harus menjalani masa hukuman selama bertahun-tahun,
namun tiba-tiba baru beberapa bulan di penjara ia diberikan sebuah keringanan
masa tahanan, yang membuat ia bisa menghirup udara keesokan harinya.
Memang sih kalau bagi Allah semua
itu bukanlah hal yang sulit, bagaikan membalikkan telapak tangan, bahkan lebih
mudah dari itu, apalagi tidak ada yang tak mungkin di dunia ini “Kun Fayakun”
bila terjadi maka terjadilah.
Tapi tetap saja bila dilihat 15 tahun yang lalu, ketika melihat seorang anak kecil yang baru saja masuk SMP, kalo kata orang sunda sih masih barau cecere, cecere itu semacam ikan yang kecil-kecil kalau jaman dulu itu ikan banyak di selokan-selokan deket rumah, sepertinya bakalan tidak mungkin mendapatkan Wanita seperti ini.
Tapi tetap saja bila dilihat 15 tahun yang lalu, ketika melihat seorang anak kecil yang baru saja masuk SMP, kalo kata orang sunda sih masih barau cecere, cecere itu semacam ikan yang kecil-kecil kalau jaman dulu itu ikan banyak di selokan-selokan deket rumah, sepertinya bakalan tidak mungkin mendapatkan Wanita seperti ini.
BerSumbang






0 komentar:
Posting Komentar