Two Flavors Of Love #1
Dream
Semua berawal dari sebuah mimpi yang tak berarti. sebuah mimpi yang dimiliki oleh seorang anak yang semenjak SD merupakan anak yang Pemalu, tidak memiliki banyak teman, bertubuh gemuk, dan berkulit hitam, melihatnya saja, anak-anak sepantarannya sudah ogah untuk bermain dengannya, mau bermain apa memangnya ? Sepak bola ? Basket ? memangnya dia bisa berlari ? yang ada ia hanya memperlambat teman-temannya saja.
Dalam Hal Pelajaran ? Menyanyi ? Musik ? tampil di depan orang banyak Memangnya dia bisa semua itu ? Cih, membayangkannya saja sudah benar-benar tidak mungkin, dia itu hanya orang bodoh, selalu mendapatkan ranking paling bawah, Semenjak SD hingga SMA teman-temannya saja selalu meledeknya dengan perkataan Babi, Gajah Bengkak, Tronton, Beruang Sirkus, Kuping Besar, Perut Offside, Buto Ijo, dan masih banyak lainnya bahkan ketika SMP gurunya pun pernah meledeknya karena suaranya yang jelek ketika ia bernyanyi, yang membuat teman-teman sekelasnya menertawakannya dengan terbahak-bahak.
Pacar ? Pasangan ? Jangankan hal itu wanita saja sudah malas dekat dengannya, mungkin karena ia lebih cocok dijadikan bawahannya daripada seorang pasangan .
Entah mengapa orang-orang jaman sekarang mereka selalu, memiliki mindset untuk mengeluarkan segala hal yang ada dipikiran mereka mengenai kelemahan seseorang dengan secara gamblang, terutama di saat mereka masih kecil, meledeknya, membullynya secara verbal, atau fisik , tidak-kah mereka berfikir bahwa itu akan merusak masa perkembangannya ? membuat ia merasa tertekan dengan keadaannya ?
persetan dengan itu semua, masyarakat jaman sekarang sudah tidak perduli dengan itu semua.
Lalu apakah anak tersebut pernah merasa Sedih, mengenai hal-hal yang ia alami ?
jangan salah , Ia selalu sedih, dan kesal kepada orang-orang yang meledeknya, tapi ia tidak pernah menunjukannya kepada orang-orang , bahkan orang tuanya sendiri saja tidak mengentahuinya apa yang terjadi selama ini. orang tuanya baru saja mengetahuinya ketika ia sudah masuk ke dunia perkuliahan..
Selama bertahun-tahun ia memendam perasaan sedih dan kesal sendirian, membuat ia menjadi lebih banyak berfikir sebelum meluapkan emosinya, ia tidak ingin orang lain merasakan emosi negatif yang ia luapkan. dan membuat orang lain mengalami hal yang sama dengannya dahulu.
Ia Terus menerus Bermimpi, dan selalu berdoa bila semua hal orang lain dulu katakan tidak mungkin , ia yakin semua pasti mungkin untuk di capai, semua pasti terwujud, bila ia mau berusaha.
tahun demi tahun berganti, mimpi yang selama ini ia impikan sedikit demi sedikit telah tercapai, ia buktikan bahwa ia telah bukan menjadi seseorang yang pemalu lagi, ia memiliki banyak teman di berbagai tempat.
Olahraga ? Memang bukan sepak bola dan basket, ia sekarang sudah memiliki badan yang proposional, hal ini dikarenakan selama 2 tahun lebih ia berlatih di tempat fitness untuk merubah kondisi badannya secara mati-matian.
Musik ? sekarang ia sudah bisa memainkan beberapa alat musik, seperti Keyboard, Gitar, Drum.
Suara ? Yang dulu bahkan gurunya meledek suaranya, sekarang ia sudah pernah menjuarai lomba menyanyi di Bogor, dan ia sudah pernah menjadi juara 2 dalam Lomba MTQ cabang Tartil.
Pendidikan ? sekarang ia tidaklah bodoh, sekarang ia menjadi salah satu mahasiswa Psikologi di daerah Depok. dan pernah menjadi Duta Psikologi di universitasnya, dan hingga sekarang menjadi salah satu Asisten Laboratorium, dan beberapa kali menjadi moderator di acara seminar.
Pacar ? untuk apa ? ia hanya menginginkan dan mencari seorang pasangan yang siap menjadi istrinya
Semua bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dicapai, selama kita percaya, Terus berdoa dan beribadah .
Jangan pernah berhenti bermimpi, setinggi apapun kalian bermimpi jangan pernah takut untuk terjatuh, orang yang tidak berani mengambil resiko tidak akan pernah dapat sukses, meskipun kesuksesan itu hanya berawal dari sebuah Mimpi.
Permainan Pikiran
Hampir setengah jam ku menunggu di stasiun kereta, namun kereta tujuanku tak kunjung datang, pihak stasiun mengatakan bahwa kereta masih mengalami gangguan di stasiun Cilebut. ah namun mungkin itu hanya alasan mereka saja jika melihat betapa bobroknya sistem transportasi kita saat ini.
Handphone ku terus bergetar, sengaja tak ku bunyikan suaranya, takut menyita perhatian orang-orang sekitar bila handphoneku terus berbunyi.
"Ris, Dimana ? kita udah di stasiun tebet nih"
"Ping"
"Ping"
"Ping"
"Duluan aja, gw rada telat, kereta ada gangguan"
Beberapa menit kemudian keretapun datang
Sungguh, sudah lama sekali rasanya aku tidak naik transportasi ini, semua sistemnya telah berbeda, terakhir kali ku ingat aku naik kereta pada saat, aku masih bersamanya, seorang wanita yang tak ingin ku ingat lagi keberadaannya. seorang wanita yang pernah sempat mengisi hati ini, namun tak terlalu lama, ia telah mengisi hatinya pula dengan keberadaan orang lain.
"Ah, Sudah lah, tak perlu ku ingat lagi semua itu, toh itu sudah 3 tahun lamanya, untuk apa mengingat-ingat hal itu kembali, inilah mengapa aku tidak suka menggunakan kendaraan transportasi ini, di dalam kereta aku hanya bisa diam, sambil melihat sekeliling, melihat penumpang-penumpang, dan melihat ke arah luar, sambil terus mempermainkan pemikiran ku, tentang apa yang akan terjadi nanti, apa yang telah kulakukan selama ini, apa yang sedang mereka lakukan, tentang semua masalah yang terjadi padaku, pada teman-temanku, "
Menyebalkan rasanya, ketika aku harus berfikir , masalah yang ku alami tak pernah ku ceritakan ke teman-teman atau keluarga dekat, bila aku ceritakan itu pun hanya beberapa bagian saja , tak pernah aku ceritakan sampai usai. bukan aku tidak percaya dengan mereka , tapi Allah lah satu-satunya tempat ku bercerita tentang segala sesuatu , meskipun begitu terkadang Otak terus berfikir , ketika tak ada saran dari orang lain yang di dapat, kau di haruskan menyelesaikan masalahmu sendiri, berat bukan ? tapi itulah yang kulakukan semenjak aku mengakhiri hubunganku dengannya 3 tahun yang lalu.
Aku lebih senang, menyelesaikan suatu masalah sendiri.
"Pemberhentian selanjutnya Stasiun Tebet"
"Hei , tidak terasa sudah sampai lagi , menghanyutkan diri dalam memikirkan sesuatu itu memang benar-benar membuat waktu tak terasa.
"Hmmm, coba ku lihat Bbm ku "
"Ya Allah udah banyak begini Chat dari Pian"
"Ris , gua tunggu di tempat karaoke D yah"
D ? , yah sudah lah aku kesana saja.
tak terlalu lama aku berjalan dari stasiun Tebet, akhirnya tiba juga di tempat karaoke D
"Loh, kok pada enggak ada, katanya tadi d suruh ke D "
"Pian, lu dimana gua udah di D nih"
"Ping"
"Ping"
"Bentar Ris , lagi makan dulu di sebrang , bookingin dulu yah"
"Mbak, ruangannya masih kosong ? yang mediummnya yah mbak"
"Baik mas, atas nama siapa ? mau masuk sekarang atau gimana ?
"Aris Mbak, nanti aja deh jam setengah 4an"
"Oh baik mas"
Sambil menunggu mereka datang, kebetulan adzan ashar berkumandang, setelah ku tanya letak mushola di sebelah mana, akhirnya aku langsung menuju tempat solat yang ada di lantai 3.
Betapa menyedihkan ketika melihat tempat solatnya, ketika mereka memiliki gedung yang luas, ruangan karaokean yang Luas namun hanya menyediakan tempat ibadah yang kecil. namun sudah lah, yang penting aku bisa solat.
Beberapa menit kemudian akupun turun kembali ke bawah, dan melihat ada Pian dan temannya yang kebetulan perempuan semua.
"Eh Ris, kemana aja lu udah di booking belum"
"Abis solat dulu di lantai 3 yan, udah gua booking kok tenang aja"
"Eh kenalin dulu nih temen gua "
:"Halo, Gua Aris"
"Indah"
:D
Silent
The Truth
Assallammualaikum...
It's been a while since last time i make a story about someone....
kayaknya udah hampir 2 tahun setelah membuat cerita ketika bulan ramadhan 2 tahun yang lalu, waktu itu sy sedang berumur 20 tahun, dan sekarang tak terasa sudah 22 tahun.
kalau banyak yang nanya , sebenernya kenapa sy gk nulis-nulis lagi, hal ini sebenarnya dikarenakan faktor x, y, z yang menghang. terkadang sy menyadari bahwa menjadi orang lain dalam suatu cerita yang kita buat itu bukan hal yang mudah, terkadang dalam suatu cerita yang ingin dibuat saya selalu menyisipkan suatu hal yang ingin sekali saya lakukan di kehidupan nyata, akan tetapi hal-hal tersebut bahkan terlihat tidak mungkin dalam suatu cerita yang saya buat.
hal tersebut membuat apa yang saya buat, terasa begitu hambar jika diceritakan, banyak teman2 dan keluarga yang menanyakan gimana ceritanya ? sudah selesai ?
sebenarnya sudah selesai cerita yang sudah sekian lama saya rangkai, tetapi.....
sebuah cerita yang awalnya ku buat, sebagai prediksi apa yang aku harapkan terjadi. tetapi tidak selamanya sesuai rencana, sehingga aku berfikir ulang untuk memperlihatkan hasil tulisan tersebut
semua alur cerita berubah. didalam kehidupan nyata atau didalam sebuah cerita yang tertulis,
semua harus di rangkai kembali dari awal,
Rangkaian sebuah cerita yang menceritakan suatu hal yang sebenarnya.
Tugas 3
Bentuk - bentuk utama dalam terapi
1. Supportive Therapy
Menurut Kembaren (2009), tujuan dari supportive therapy adalah untuk menguatkan daya tahan mental yang telah dimilikinya, mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Terdapat beberapa bentuk Supportive Therapy, antara lain :
· Ventilasi : suatu bentuk psikoterapi suportif yang memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pasien untuk mengemukakan isi hatinya dan sebagai hasilnya ia akan merasa lega serta keluhannya akan berkurang
· Persuasi : suatu bentuk psikoterapi suportif yang dilakukan dengan menerangkan secara masuk akal tentang gejala-gejala penyakitnya yang timbul akibat cara berpikir, perasaan, dan sikapnya terhadap masalah yang dihadapinya.
· Reassurance : suatu bentuk psikoterapi suportif yang berusaha meyakinkan kembali kemampuan pasien bahwa ia sanggup mengatasi masalah yang dihadapinya
· Sugestif : suatu bentuk psikoterapi suportif yang berusaha menanamkan kepercayaan pada pasien bahwa gejala-gejala gangguannya akan hilang
· Bimbingan : suatu bentuk psikoterapi suportif yang memberi nasihat dengan penuh wibawa dan pengertian
· Penyuluhan : adalah psikoterapi suportif yang membantu pasien mengerti dirinya sendiri secara lebih baik agar ia dapat mengatasi permasalahannya dan dapat menyesuaikan diri.
Ø Bimbingan (Guidance)
Ø Mengubah lingkungan (Environmental Manipulation)
Ø Pengutaraan dan penyaluran arah minat
Ø Tekanan dan pemaksaan
Ø Penebalan perasaan (Desensitization)
Ø Penyaluran emosional
Ø Sugesti
Ø Penyembuhan inspirasi berkelompok (Inspirational Group Therapy)
2. Reeducative therapy
Tujuan dari reeducative therapy adalah untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri kembali, memodifikasikan tujuan dan membangkitkan serta mempergunakan potensi kreatif yang ada. Cara-cara psikoterapi reedukatif antara lain ialah sebagai berikut :
· Terapi hubungan antar manusia (relationship therapy)
· Terapi sikap (attitude therapy)
· Terapi wawancara (interview therapy) analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf Meyer)
· Konseling terapetik
· Terapi case work
· Reconditioning
· Terapi kelompok yang reedukatik
· Terapi somatik 2
3. Reconstructive Therapy
Reconstructive therapy adalah terapi yang menyelami alam tak sadar melalui teknik seperti asosiasi bebas, interpretasi mimpi, analisa daripada transfersi. Tujuannya adalah untuk merubah kepribadian sehingga tak hanya tercapai suatu penyesuaian diri yang lebih efisien, akan tetapi juga suatu maturasi daripada perkembangan emosional dengan dilahirkannya potensi adaptif baru.
Psikoanalisa freud dan Psikoanalisa non freud psikoterapi yangberorientasi kepada psikoanalisa dengan cara :
-asosiasi bebas,
-analisis mimpi,
-hipoanalisa/sintesa,
-narkoterapi,
-terapi main,
-terapi kelompok analitik.
http://wildawillie.blogspot.com/2013/05/bentuk-bentuk-utama-dalam-terapi.html
http://annisasolihati86.blogspot.com/2013/04/bemtuk-bentuk-utama-dalam-terapi.html





